Sungai Cimanuk Meluap, Lima Desa Terdampak

Sungai Cimanuk Meluap, Lima Desa Terdampak

INDRAMAYU,(Fokuspantura.com),- Kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimanuk, Indramayu, Jawa Barat memprihatinkan,  pasalnya debit air di sepanjang sungai terbesar di Indramayu itu meluap, menyebabkan lima desa dan beberapa titik kebocoran berdampak pada pemukiman warga. Bahkan dampak dari luapan air sungai tersebut menyebabkan akses jalan Pekandangan - Jatibarang berpotensi di tutup.

Kapolres Indramayu, AKBP Yoris MY Marzuki langsung meninjau lokasi terdampak banjir akibat luapan sungai Cimanuk di Desa Plumbon blok Gembul Kecamatan / Kabupaten Indramayu, Senin(8/4/2019).

Kapolres Indramayu melakuka  pengecekan dan turut serta mendampingi Waka Polres Indramayu Kompol Ricardo Condrat Yusuf,  PJU Polres Indramayu, Kasat Polair Polres Indramayu,Kapolsek Kota. Kasi Propam Polres Indramayu, 1 SSTPersonil Dalmas Polres Indramayu, Bhabinkamtibmas desa Plumbon, Desa Plumbon, Desa Dukuh, Desa Kenanga dan Desa PakandanganTurut hadir Camat Indramayu Kuwu Desa Pumbon, Desa Plumbon, Desa Dukuh, Desa Kenanga dan Desa Pakandangan perangkat desa, warga masyarakat.

Aksi tanggap darurat itu dengan membantu perbaikan tanggul di lokasi terdampak banjir akibat luapan sungai Cimanuk di Desa Plumbon, Desa Dukuh, Desa Kenanga dan Desa Pakandangan Kab. Indramayu.

"Terkait dengan debit air  semakin besar dan tinggi yang mengalir di sungai Cimanuk Indramayu, sehingga melimpah dan meluap melebihi bibir tanggul di lokasi tersebut yang kemungkinan akan terjadi peningkatan debit air kiriman dari wilayah selatan," kata Yoris dalam rilis yang diterima.

Data sementara yang berhasil dihimpun yang terdampak luapan banjir ada 9 titik lokasi sepanjang DAS Cimanuk di Desa Plumbon, Desa Dukuh, Desa Kenanga dan Desa Pakandangan  dan Pekandangan Jaya.

" Sekitar 2.000 Rumah warga terdampak atau sekitar 2.026 Kepala Keluarga, namun tidak ada korban luka maupun jiwa," tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut  Kapolres Indramayu langsung terjun kelapangan bersama PJU dan personil Dalmas serta Perangkat Kecamatan, perangkat Desa. Juga warga masyarakat bergotong royong bahu membahu membuat bendungan dengan tanah pasir yang dimasukin kekarung untuk menahan luapan air jangan sampai ke rumah penduduk.

Menurutnya, langkah yang dilakuka  jajaran dilapangan koordinasi dengan Bupati Indramayu untuk mendatangkan alat berat guna membuat bendungan darurat dan perbaikan tanggul, Koordinasi dengan Camat dan Kuwu terkait lokasi alternatif lain TPS yang akan digunakan saat pencoblosan, mendirikan posko bencana sert melaksanakan Patroli antisipasi bocornya tanggul di titik yang lain dan adanya aksi pencurian akibat rumah warga yang sudah di evakuasi.

"Saat ini kami bersama Wakapolres beberapa kasat, kapolsek kota dan Kapolsek Lohbener sedang melaksanakan evakuasi warga," tuturnya.

Pantauan dilapangan hingga pukul 15.00 wib, kondisi luapan air terus bergerak hingga menyebabkan pengguna jalan roda dua tak dapat melalui akses jalan dari Jatibarang menuju Indramayu, karena kondisi jalan terendam sekita 50 cm, hingga mereka pengendara sepeda motor tak dapat melintas dan memilih jalan alternatif Desa Plumbon menyusuri tanggung pesawahan keluar tanggung sungai Prawiro Kepolo Desa Gelarmendala untuk akses jalan by pass Ibu Tien Soeharto dan keluar menuju simpang lima mangga.


Redaktur: Ihsan Mahfudz
Penulis: Ihsan Mahfudz
Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive