BPBD Indramayu Antisipasi 7 Titik Tanggul Kritis

BPBD Indramayu Antisipasi 7 Titik Tanggul Kritis

CIREBON,(Fokuspantura.com),- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu, siap melakukan antisipasi datangnya banjir seiring mulainya musim hujan yang akan datang di wilayah Kabupaten Indramayu. Saat ini setidaknya terdapat 7 titik yang berpotensi menjadi penyebab banjir di beberapa wilayah di Kabupaten Indramayu.

Kepala BPBD Kabupaten Indramayu, Edi Kusdiana mengatakan, berdasarkan hasil Rakor dengan BBWS Cimanuk Cisanggarung sepanjang aliran sungai Cimanuk terdapat 52 titik kritis. Namun untuk di Kabupaten Indramayu sampai saat ini yang cukup mendapatkan perhatian extra adalah sepanjang aliran sungai Bangkir hingga Waledan terdapat 7 titik tanggul yang masih kritis.

“Untuk memastikan hal itu, nanti kami tanggal 21 November mendatang akan susur sungai bersama dengan semua pihak,” tegas Edi.

Wakil Gubernur UU Ruzahnul Ulum saat membuka Rakor Siaga Bencana Banjir dan Longsor tingkat Provinsi Jawa Barat yang berlangsung di BPBD Provinsi Jawa Barat, Rabu (14/11/2018) dan Rakor bersama BBWS Cimanuk – Cisanggarung, Kamis (15/11/2018) yang berlangsung di Cirebon, mengingatkan kepada warga Jawa Barat agar selalu waspada di lingkungan permukimannya jika terjadi cuaca buruk dan berhati-hati dalam perjalanan antar kota/kabupaten, kemudian meminta kepada ketua RT/RW, kepala desa dan camat agar bersiaga dan melaporkan secepatnya titik-titik potensi rawan bencana kepada BPBD setempat dan BPBD Jabar. Selain itu kepala daerah kabupaten/kota untuk lebih sigap memberikan atensi pada potensi bencana dan memberikan bantuan kepada kedaruratan di lokasi-lokasi kebencanaan.

“Untuk tingkat provinsi saat ini sudah dibuat SK Siaga Darurat, untuk itu ini harus segera dibreakdown di kabupaten/kota lainnya untuk menyiapkan tim serupa. Masalah kebencanaan bukan hanya tanggungjawan BPBD namun menjadi tanggungjawab semua SKPD,” tegas wagub.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menetapkan siaga darurat banjir dan tanah longsor mulai 1 November 2018  sampai 31 Mei 2019. Hal ini tercantum dalam SK Gubernur Jawa Barat Nomor: 362/Kep.1211-BPBD/2018.

Kepala Pelaksana BPBD Jabar Dicky Saromi mengatakan dengan adanya SK ini masyarakat diminta untuk turut serta bersama-sama melakukan pengurangan risiko bencana, baik pada daerah-daerah yang rawan longsor maupun rawan banjir.

“Terutama bilamana ada anomali cuaca atau ketidakwajaran pada kondisi cuaca atau mungkin juga pada kondisi wilayahnya untuk segera mengevakuasi secara dini,” kata Dicky, Kamis (15/11/2018) seperti dilansir Kabar24.Bisnis.com.

Dicky menambahkan bahwa saat ini semua wilayah Jawa Barat dalam posisi siaga darurat banjir dan longsor. Namun, apabila dipetakan untuk daerah yang memiliki potensi banjir berada di wilayah utara dan tengah Jawa Barat.

“Untuk banjir itu utara dan tengah. Kalaulah sekarang kejadian di tengah, itu karena memang curah hujannya yang di utara itu masih belum begitu tinggi. Inilah hendaknya yang menjadi perhatian kita semua di daerah utara,” ucap Dicky.

Wilayah Jawa Barat yang berpotensi tinggi bencana banjir terletak pada bagian utara dan tengah Provinsi Jawa Barat, yaitu:

Kab. Cianjur

Kab. Bandung

Kab. Kuningan

Kab. Cirebon

Kab. Majalengka

Kab. Sumedang

Kab. Indramayu

Kab. Subang

Kab. Purwakarta

Kab. Karawang

Kab. Bekasi

Kota Bandung

Kota Cirebon.

Adapun untuk daerah potensi longsor, Dicky menuturkan ada di wilayah tengah dan selatan Jawa Barat. Hanya Kab. Indramayu, Kab. Bekasi, Kota Bogor, Kota Cirebon, dan Kota Cimahi yang tingkat kerentanan gerakan tanahnya sedang.


Redaktur: Ihsan Mahfudz
Penulis: Ihsan Mahfudz
Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive