Disdik Indramayu Bantah SDN Jatimunggul 1 Tanpa Meubeler

Disdik Indramayu Bantah SDN Jatimunggul 1 Tanpa Meubeler
INDRAMAYU,(Fokuspantura.com),- Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdik Indramayu angkat bicara terkait kabar viral di media sosial jika murid SD Negeri Jatimunggul 1, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, saat belajar tidak menggunakan kursi dan meja dengan baik. Bahkan ia mengaku jika sekolah tersebut sudah mendapat bantuan Meubeler pada tahun 2019 ini.
 
"Sudah menerima bantuan peralatan meja dan kursi, papan tulis berikut lemari,"katanya kepada Fokuspantura.com, Jum'at (6/12/2019).
 
Program Bantuan tersebut merupakan Bantuan Provinsi (Banprov) Jawa Barat Tahun 2019 yang sudah didistribusikan kepada 485 sekolah dari total 864 sekolah SD di Indramayu.
 
Malik mengatakan, di Kabupaten Indramayu ada sebanyak 485 sekolah yang menerima Banprov Jawa Barat 2019 untuk satu ruangan setiap sekolah dan SDN Jatimunggul 1 diantaranya memperoleh bantuan tersebut. Sehingga, untuk pengadaan bantuan meja dan kursi kepada SD Negeri Jatimunggul 1 tidak bisa diberikan lagi untuk tahun ini, termasuk pada tahun depan.
 
"Banprov Jawa Barat Tahun 2020 akan diprioritaskan untuk sekolah-sekolah yang belum mendapat bantuan di tahun 2019," tuturnya.
 
Ia menegaskan, untuk sementara waktu pihak sekolah SD Negeri Jatimunggul 1 diminta agar bisa mensiasati kekurangan kursi yang ada saat ini dengan berbagai cara.
 
Salah satunya, melakukan pembelanjaan kursi ataupun melakukan pemeliharaan kursi yang rusak menggunakan dana bantuan BOS sesuai dengan Juklak dan Juknis yang berlaku.
 
Pihak sekolah juga bisa melakukan upaya shif kelas dalam proses belajar mengajar untuk mengantisipasi tidak kebagiannya kursi untuk murid.
 
"Di shif itu boleh, misal dari jam 7 sampai jam 10, jam 10 sampai jam 12, itu boleh tidak apa-apa," ujarnya.
 
Sementara itu, Guru SD Negeri Jatimunggul 1, Rohendi mengatakan, pihaknya terpaksa membiarkan murid-murid kelas 2 belajar di atas lantai ketimbang mereka berebut kursi.
 
Kurangnya kursi dan kondisi kursi yang sudah tidak layak disebutkan dia, menjadi alasan pihak sekolah terpaksa membiarkan murid belajar di atas lantai.
 
Selain murid kelas 2, murid kelas 6 di SD setempat juga sebelumnya sempat mengalami hal serupa.
 
Murid-murid yang duduk di kelas 6 itu tidak memiliki kursi, mereka terpaksa harus belajar di lantai sekitar 2-3 tahun lamanya. 
 
"Sudah mengajukan bantuan, tapi baru kelas 6 saja yang sudah nerima, kelas lainnya belum, bantuannya dari Disdik tahun ajaran lalu," ujar dia.
 

Redaktur: Ihsan Mahfudz
Penulis: Ihsan Mahfudz
Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive