Bantuan Komputer, Dewan Sebut Rp3,5 Miliar Digelontorkan

Bantuan Komputer, Dewan Sebut Rp3,5 Miliar Digelontorkan

INDRAMAYU,(Fokuspantura.com),- Ketua DPRD Indramayu, Taufik Hidayat menyebutkan APBD Indramayu selama ini sudah menganggarkan Rp3,5 miliar untuk membantu penyediaan sarana UNBK dalam bentuk pengadaan komputer bagi sekolah - sekolah di Indramayu.

Penegasan itu disampaikan menjawab desakan wartawan terkait perhatian  Pemkab Indramayu dan dukungan DPRD untuk menekan maraknya dugaan pungutan liar di sekolah - sekolah untuk pembelian komputer sebagai sarana penunjang UNBK  selama ini.

"Pembelian komputer menjadi tanggung jawab pihak pemerintah pusat, propinsi dan daerah dan UNBK menjadi kewajiban APBD,"katanya usai menghadiri acara Musrenbang 2019 di Gedung PGRI Indramayu.

Taufik mengatakan, usulan yang sudah diajukan sebesar Rp7,5 miliar, pihaknya sudah menyetujui sebesar Rp3,5 miliar untuk pembelian komputer bagi kelangsungan pelaksanaan ujian berbasis komputer.

APBD Indramayu selama ini sangat mendukung dalam menunjang proses belajar mengajar. Ia menyangkal jika DPRD Indramayu menolak dan tidak mengakomodir usulan Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu untuk menunjang anggaran pengadaan komputer hingga mengakibatkan pihak sekolah bersama komite memutuskan rapat tentang besaran bantuan dan sumbangan sekolah.

"Kata siapa dewan menolak, kemarin saya tantang berapa kebutuhan sekolah, makanya anggaran kita bertahap, waktu itu kebutuhan pembelian komputer Rp7,5 miliar, bertahap baru kita kasih Rp3,5 miliar,"tuturnya.

Ia menambahkan, dalam dokumen pokok - pokok pikiran (pokir) DPRD Indramayu yang disampaikan pada Musrenbang, pihaknya sudah menyampaikan  jika selama ini masih marak terjadi pungutan diluar ketentuan untuk pembelian komputer. Kendati hasil reses yang mengemuka masih memberikan celah dan peluang pihak sekolah dengan orang tua siswa lewat keputusan komite sekolah.

"Kalau ada rapat, silahkan itu antara komite dan sekolah, yang jelas komputer menjadi tanggungjawab pemerintah,"terang Politisi Partai Golkar ini.

Terpisah, Kepala Bagian Perencanaan dan Evaluasi Disdik Indramayu, H.Syatorih kaget dengan adanya informasi yang menyebutkan jika APBD Indramayu tahun 2019 ini sudah dianggarkan sebesar Rp3,5 miliar untuk pembelian komputer. Mengingat data yang dimiliki dan sudah dibahas bersama tim TAPD anggaran tersebut tidak muncul secara terang untuk pembelian komputer.

"Ada juga pengajuan yang disetujui 2019 ini, peralatan pendidikan Rp 3,7 miliar, mungkin untuk laboratorium bisa saja, tapi bukan eksplisit pembelian komputer," tuturnya.

Ia menjelaskan , pada tahun 2018 lalu, alokasi APBD untuk pembelian komputer dianggarkan sebesar Rp1,5 miliar untuk 10 sekolah yakni SMPN 1 Indramayu, SMPN 1 Kerangampel, SMPN 2 Sliyeg, SMPN 1 Terisi, SMPN 1 Gabuswetan, SMPN 1 Gantar, SMPN 1 Haurgeulis, SMPN 1 Anjatan, SMPN 1 Sukra, dan SMPN 1 Losarang.

"Kalau untuk 2019 ini, kita hanya terima dari DAK untuk laboratorium  7 sekolah sebesar 4,1 miliar," terangnya.

Bantuan DAK Pendidikan tahun 2019 ini, sebesar Rp4,1 miliar peruntukannya untuk pembelian paket Laboratorium bagi SMPN 1 Gantar, SMPN 1 Kedokanbunder, SMPN 1 Jatibarang, SMPN 1  Tukdana, SMPN 1 Balongan, SMPN 1 Anjatan dan SMPN 3 Gabuswetan.

Disdik Indramayu mengaku tabu atas informasi bantuan Alokasi APBD Indramayu sebesar Rp3,5 miliar untuk pengadaan komputer, apakah sekolah mengajukan langsung kepada Bupati Indramayu atau itu menjadi perjuangan aspirasi lewat bantuan Pemkab Indramayu secara langsung atau anggaran tersebut masuk lewat CSR perusahaan BUMN atau BUMD masih menjadi pendalaman, mengingat pihak Disdik Indramayu belum mengakui adanya bantuan dana untuk pembelian komputer.


Redaktur: Ihsan Mahfudz
Penulis: Ihsan Mahfudz
Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive