Pertanyakan Agenda Sosialisasi, Ratusan Warga Luruk Kantor Desa

Pertanyakan Agenda Sosialisasi, Ratusan Warga Luruk Kantor Desa

BALONGAN,(Fokuspantura.com),- Kurangnya sosialisasi terkait rencana pembangunan proyek pengeboran minyak di wilayah Desa Tegalurung, Kecamatan Balongan, Blok Kedokan Dalem, menyebabkan ratusan warga Desa Rawadalem sebagai wilayah ring 1 terdampak dari pelaksanaan proyek, mendatangi Kantor Desa setempat, Kamis(31/10/2019).

Kedatangan warga Blok Bungarangga tersebut mempertanyakan kepada pihak Pemdes terkait pelaksanaan sosialisasi sebelum pekerjaan proyek dimulai. Warga pun mempertanyakan dampak lingkungan dari aktifitas alat berat dan kendaraan pengangkut tanah urugan yang dianggap telah meresahkan warga.

Aktifitas kendaraan pengangkut urugan tanah dan beroperasinya alat berat tersebut, oleh perwakilan warga dipertanyakan siapa yang bertanggungjawab jika dampaknya mengena kepada pemukiman warga yang jarak beroperasinya drilling oil migas tersebut hanya puluhan meter saja.

"Belum ada sosialisasi pihak Pemdes, sebenarnya pihak Pertamina lebih pro aktif terkait rencana pengeboran," tutur perwakilan warga, Warih usai menyampaikan aksi protes.

Warga  sebagai obyek terdampak dari beroperasinya proyek drilling minyak, seharusnya pihak Pertamina sudah memastikan dampak yang akan terjadi bagi lingkungan sekitar, termasuk sejauh mana peran perusahaan terhadap penyediaan jaminan tenaga kerja lokal sebagai warga terdampak di wilayah ring 1. Dalam bentuk sosialisasi belum juga masyarakat rasakan.

"Tenaga kerja harus diserap, jaminan kesehatan bagi warga terdampak juga harus dipikirkan, ini kan belum jelas," ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Aep Surahman ketika dikonfirmasi terkait izin analisis dampak lingkungan (AMDAL) atas kegiatan perusahaan pengeboran minyak di wilayah Kecamatan Balongan mengaku sedang dalam proses permohonan izin. Bahkan saat ini untuk pengurusan UKL/UPL masih tahap penyusunan.

"Lagi proses di Dinas LH untuk UKL/UPL dan bukan AMDAL, prosesnya  dengan sistem submission online system, sistem perijinan secara online yang penting lahan sudah dikuasai," kata Aep saat dikonfirmasi.

Peserta Sosialisasi Proyek Pengeboran Minyak  Terbatas

Puluhan peserta sosialisasi akan dimulainya pekerjaan Proyek Pengeboran milik PT.Pertamina Fiel Jatibarang  Aset 3, yang dilakukan oleh PT.TWK dibayar Rp50 ribu sebagai pengganti transport. Besaran uang tersebut diberikan peserta rapat guna memuluskan respon masyarakat di tiga desa terdampak untuk mengetahui sejauh mana komitmen pelaksanan terhadap dampak lingkungan.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Rawadalem, Kecamatan Balongan, Sabtu (26/10/2019) kemarin, dihadiri unsur masyarakat di tiga desa yakni Desa Tegalurung, Rawadalem dan Gelarmendala.

Pantauan dilokasi sosialisasi, pemenang tender begitu meyakinkan peserta sosialisasi jika pembangunan untuk  mempertahankan ketahanan energi di Indonesia ini, akan berjalan dengan baik tanpa hambatan apapun, berbagai komitemen yang sudah disepakati tanpa penandatangan  nota kesepahaman itu, pihak pelaksana proyek akan memprioritaskan yang menjadi usulan dari masyarakat salah satunya adalah bagaimana pelaksanaan kegiatan tersebut tidak menghambat sektor dampak lingkungan dan pertanian.

"Mohon dukungan dari seluruh elemen masyarakat untuk kelancaran kegiatan kami," ungkap Humas PT.TWK, Wahyu usai kegiatan berlangsung.

Pada saat sosialisasi berlangsung, tampak salah satu orang perwakilan humas, membagikan amplop kepada peserta rapat sosialisasi guna memuluskan upaya pemenang tender agar masyarakat tidak bergejolak, kendati fakta dilapangan masih belum diketahui persoalan apa yang muncul saat pekerjaan pengurugan tersebut dimulai.

"Amplop ini untuk transport peserta pak," kata pria yang membagikan amplop saat ditanya awak media.

Hingga berita ini ditulis, tampak aktifitas kendaraan pengangkut tanah lokal sudah masuk membuat akses jalan untuk mempermudah transportasi muatan urugan tanah, alat berat juga sudah di siagakan guna pelaksanaan pekerjaan yang akan difokuskan seluas 3,9 bahu milik warga Desa Rawadalem dan beberapa warga desa lainnya.


Redaktur: Ihsan Mahfudz
Penulis: Jaya Mulya
Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive